Sunday, October 15, 2017

Jelang Pelantikan Anies-Sandi:Warga Jakarta Butuh Pemimpin yang Berpihak Kepada yang Lemah


Jakarta, 13 Oktober 2017—Jika tidak ada aral melintang, dalam hitungan hari, tepatnya 16 Oktober 2017, Presiden akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan dan kehadiran pemimpin baru di Jakarta ini diharapkan memompa semangat warga Jakarta untuk kerja bersama pemimpin baru mewujudkan Jakarta menjadi kota yang lebih baik dan manusiawi.

Senator Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, bahwa Kota Jakarta adalah sebuah paradoks karena walaupun kota ini adalah penggerak ekonomi nasional, tetapi ketimpangan terbesar terutama ekonomi dan taraf hidup juga terjadi di kota ini. Untuk memperkecil ketimpangan itu dibutuhkan pemimpin yang berhak kepada mereka yang lemah dan komitmen ini ada di kepemimpinan Anies-Sandi nanti.

“Ketimpangan di Jakarta ini persoalan serius dan harus segera ditangani. Caranya, pemimpin harus berpihak kepada mereka yang lemah dan terpinggirkan dengan membuka akses yang luas kepada mereka untuk menjangkau berbagai sumber daya yang dapat menopang kehidupan, sehingga secara bertahap, warga Jakarta yang lemah dan terpinggirkan ini membebaskan diri dari kemiskinan. Sebagai senator saya akan all out mendukung Anies-Sandi mewujudkan ini,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (13/10).

Selain soal ketimpangan, kompleksitasnya persoalan dan masalah Kota Jakarta yang begitu berat, beragam dan rumit akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anies-Sandi. Namun, jika mencermati formulasi partisipasi dan kolaborasi warga yang ditawarkan pasangan ini saat kampanye, kompleksitas masalah di Jakarta mudah-mudahan akan terurai dengan baik. Memang, lanjut Fahira, kunci dari mengelola kota seperti Jakarta adalah mengajak warga untuk bergerak menyelesaikan persoalan-persoalan kotanya.

“Oleh karena itu, saya berharap pola atau gaya kepemimpinan yang nanti dipraktikkan Anies-Sandi adalah mengedepankan dialog, menumbuhkan partisipasi warga, dan membuka ruang kolaborasi sebesar-besarnya kepada semua lapisan warga yang ada di Jakarta untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang dihadapi warga Ibu Kota. Partisipasi dan kolaborasi inilah yang selama ini tidak terbangun di Jakarta sehingga berbagai persoalan semakin ruwet dan datang salih berganti menimpa kota ini,” tukas Ketua Komite III DPD ini.

Fahira juga mengingatkan bahwa kemenangan telak hingga dua digit pada pilkada kemarin adalah karena Anies-Sandi mampu menangkap persoalan dan keresahan yang dihadapi warga Jakarta sehari-hari lewat program dan janji-janji kerja mereka. Artinya semua visi misi dan janji kampanye harus diwujudkan sebesar apapun tantangannya.

“Misalnya janji tolak reklamasi Teluk Jakarta harus direalisasikan karena mayoritas warga Jakarta juga menolak reklamasi. Begitu juga dengan program-program unggulan lain mulai dari OKOCE, KJP dan KJP Plus, DP Rumah Nol Rupiah, dan lainnya. Artinya menjadi pemimpin amanah pasti akan membawa kemaslahatan bagi Jakarta. Terakhir, saya yakin baik Mas Anies maupun Bang Sandi punya komitmen dan kemampuan untuk menjadi pemimpin semua golongan yang ada di Jakarta,” pungkas Fahira yang juga Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini.